Tujuan, Fungsi dan peranan dakwah dalam komunikasi antar budaya

 Perkembangan dunia saat ini tampak semakin maju pada apa yang disebut sebagai suatu global village (desa dunia). Salah satu implikasinya adalah semakin meningkatnya kontak komunikasi dan hubungan antar Bangsa dan Negara. Dalam situasi yang demikian, mempelajari masalah-masalah komunikasi antarbudaya jelas menjadi semakin penting. Karena apabila masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya mempunyai perbedaan dalam aspek-aspek tertentu, misalnya ideologi, orientasi dan gaya hidup, serta masing-masing pihak tidak mau memahami pihak lainnya, maka terjadi problema dan mungkin terjadi konflik, permusuhan, perpecahan dan lain-lain. Dari berbagai persoalan tersebut, menimbulkan kesadaran yaitu kesadaran internasional, kesadaran domestik atau dalam negeri dan kesadaran pribadi. Dalam komunikasi antarbudaya yang ideal, kita akan mengharapkan banyak persamaan dalam pengalaman dan persepsi. Tetapi karakter budaya cendrung memperkenalkan kita kepada pengalaman-pengalaman yang tidak sama, dan oleh karenanya membawa kita kepada persepsi yang berbeda pada eksternal. Ada tiga unsur sosio-budaya mempunyai pengaruh yang besar pada persepsi, yaitu sistem kepercayaan, nilai sikap pandangan dunia dan organisasi social. Menghadapi berbagai macam dalam arti kemajemukan dalam segala hal, komunikasi antar bangsa semakin terasa betapa pentingnya kita pahami, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, diperlukan untuk mengatur tatakrama pergaulan antar manusia. Sebab berkomunikasi dengan baik sesuai dengan budaya akan memberi pengaruh langsung pada struktur keseimbangan seseorang dalam bermusyawarah. Bahkan Hafid Cangara dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi menegaskan bahwa keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam mencapai sesuatu yang diinginkan, banyak ditentukan oleh kemampuan Muhammad Thalhah Hasan dalam Bukunya Prospek Islam dalam Menghadapi Tantangan Zaman menjelaskan bahwa Islam dan perkembangan masyarakat mengalami benturan dan pergulatan pemikiran yang cukup seru, di satu pihak dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai macam perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial. Sehubungan dengan perubahan dalam masyarakat, sebagaimana Muhammad Thalhah Hasan mengutip pandangan Ibnu Khaldun dalam Muqaddinah-nya dikatakan “tiada masyarakat manusia yang tidak berubah. Demikian kesimpulan Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah. Selanjutnya Muhammad Thalhah Hasan mengutip pendapat Susanto mengatakan bahwa faktor yang menimbulkan perubahan masyarakat itu adalah karena terjadinya perubahan kondisi-kondisi sosial primer seperti adanya perubahan geografis, politik, teknologi dan sistem 

komunikasi, ilmu pengetahuan, kemakmuran karena kemajuan ekonomi

(Astrid P. Susanto, 1997: 188-191).

Perubahan masyarakat atau perubahan sosial, tentu ada yang 

mempunyai akibat menguntungkan dan membawa pengaruh positif 

yang berarti membawa kemajuan dan perkembangan begitu pula 

sebaliknya yang berarti membawa kemunduran seperti banyak terjadi

Komentar