Unsur- unsur Komunikasi Lintas Budaya
Unsur Unsur Komunikasi Lintas Budaya
1.
Komumikator
Komunikator dalam komunikasi antarbudaya adalah pihak yang
memprakarsai komunikasi, artinya dia mengawali pengiriman pesan tertentu kepada
pihak lain yang disebut komunikan. Karakterisitik komunikator berbeda-beda
setiap budaya tergantung latar belakang etnis, ras, faktor demografis seperti
umur dan jenis kelamin. Perbedaan karakterisitik komunikator antarbudaya
ditentukan oleh nilai dan norma, faktor-faktor makro seperti penggunaan bahasa,
pandangan tentang pentingnya percakapan dalam konteks budaya, dan faktor mikro
seperti dialek, aksen serta nilai dan sikap yang menjadi identitas sebuah
etnik.
2.
Komunikan
Komunikan dalam komunikasi antarbudaya adalah pihak yang menerima
pesan tertentu. Tujuan komunikasi akan tercapai jika komunikan dapat memahami
pesan dari komunikator, dan memperhatikan serta menerima pesan secara
menyeluruh. Seorang komunikan ketika memahami isi pesan tergantung dari tiga bentuk
pemahaman, yakni: - Kognitif, komunikan menerima isi pesan sebagai
sesuatu yang benar
-
Afektif, komunikan percaya
bahwa pesan itu tidak hanya benar tetapi baik
-
Tindakan nyata, komunikan
percaya atas pesan yang benar dan baik sehingga mendorong tindakan yang tepat.
3.
Pesan
Dalam proses komunikasi, pesan berisi pikiran, ide, gagasan, atau
perasaan yang dikirim komunikator kepada komunikan dalam bentuk simbol. Dalam
model komunikasi antarbudaya, pesan adalah apa yang ditekankan atau yang
dialihkan komunikator kepada komunikan. Setiap pesan sekurang- kurangnya berisi
dua aspek utama, yakni isi dan perlakuan. Isi pesan meliputi daya tarik pesan
disertai perlakuan meliputi penjelasan isi pesan oleh komunikator.
4.
Media
Dalam proses komunikasi antarbudaya, media merupakan tempat atau saluran yang dilalui oleh pesan atau simbol yang dikirim melalui media tertulis, media massa, dan media elektronik. Tetapi terkadang pesan itu tidak Universitas Sumatera Utara dikirim melalui media, terutama dalam komunikasi antarbudaya tatap muka. Para ilmuwan sosial menyepakati dua tipe saluran, yakni saluran sensoris cahaya, bunyi, perabaan, pembauan, dan rasa. Yang kedua adalah saluran institusional, misalnya percakapan tatap muka, material cetakan, dan media elektronik. Saluran institusional juga memerlukan saluran sensoris untuk memperlancar pertukaran pesan.
5. Efek
Efek
umpan balik merupakan tanggapan balik dari komunikan kepada komunikator atas
pesan-pesan yang telah disampaikan. Tanpa umpan balik atas pesan dalam
komunikasi antarbudaya, maka komunikator dan komunikan tidak bisa memahami ide,
pikiran, dan perasaan yang terkandung dalam pesan tersebut.
6. Suasana
Salah
satu faktor yang penting dalam komunikasi antarbudaya yakni tempat, waktu,
serta suasana sosial, psikologis ketika komunikasi antarbudaya berlangsung.
Suasana itu berkaitan dengan waktu yang tepat untuk bertemu, tempat rumah,
kantor untuk berkomunikasi, dan kualitas relasi formal, informal yang
berpengaruh terhadap komunikasi antarbudaya.
7. Gangguan
Gangguan
dalam komunikasi antarbudaya adalah segala sesuatu yang menjadi penghambat laju
pesan yang ditukar antara komunikator dengan komunikan, bahkan dapat mengurangi
makna pesan antarbudaya. Gangguan terjadi bila pesan yang disampaikan berbeda
dengan pesan yang diterima. Gangguan dapat bersumber dari komunikator,
komunikan, pesan, dan media yang mengurangi usaha bersama untuk memberikan
makna yang sama atas pesan. Gangguan dari komunikator dan komunikan misalnya
karena perbedaan status sosial, latar belakang pendidikan, pengetahuan, dan
kemampuan berkomunikasi. Gangguan dari pesan dapat berupa perbedaan pemberian
makna pesan yang disampaikan secara verbal dan perbedaan tafsir atas pesan non
verbal isyarat tubuh. Sedangkan gangguan dari media dapat berupa salah memilih
media yang tidak sesuai dengan konteks komunikasi, situasi, dan kondisi yang
kurang mendukung terlaksananya komunikasi antarbudaya.
Penjelasan
diatas berikut merupakan unsur-unsur komunikasi antar budaya guna menyukseskan
keberhasilan dakwah.
Komentar
Posting Komentar